Mengapa mengajar itu menyenangkan

I love teaching!! (Neno, October 2012)

Seumur hidup, saya tidak pernah punya aspirasi menjadi guru. Sewaktu saya kecil (dan mungkin sepanjang waktu saya dibesarkan hingga sebelum kuliah), menurut saya, kata ‘guru’ selalu identik dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan guru sekolah yang sering saya temui waktu itu. Saya memang termasuk jenis orang yang unggul secara akademis, tapi saya tidak pernah bisa ‘bersahabat baik’ dengan institusi yang namanya sekolah. Saya menganggap sekolah itu membosankan, penuh dengan kegiatan belajar mengajar yang itu-itu saja. Well, mungkin itu yang akhirnya membuat saya ‘terdampar’ di tempat saya sekarang, penyedia pelatihan dan bimbingan bahasa Inggris yang saya kelola sendiri. 

Sewaktu kuliah saya beraspirasi menjadi jurnalis. Salah satu profesi yang waktu itu saya anggap heroik. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), saya mengikuti kegiatan ekstrakulikuler jurnalistik, hingga kuliah. Sekarang, setelah berpikir ulang, saya menyadari ternyata ada satu kualitas yang harusnya ada dalam diri seorang jurnalis (menurut saya lo ya, this is my personal opinion) yang tidak saya miliki: saya tidak bisa hidup dengan intrik dan pola pikir yang terlalu ‘berat’, yang menurut saya adalah makanan sehari-hari seorang jurnalis. Maka ketika saya pertama kali mengajar, saya merasa, “Wah, tak disangka pekerjaan ini asyik ya.” Saya bisa melakukan hal-hal yang saya sukai (saya suka sekali belajar), berbagi ilmu (yang juga saya suka) kepada orang yang membutuhkan.

Dengan pengalaman empat tahun mengajar (saya tahu ini belum seberapa jika dibandingkan dengan guru-guru senior lainnya), inilah beberapa alasan mengapa saya suka sekali mengajar dan akan terus melanjutkan profesi ini.

1) Mengajar itu wajib untuk orang yang suka belajar. Saya suka sekali belajar dan menemukan pengetahuan baru. Saya juga tidak mudah puas dengan apa yang saya tahu atau ketika saya ingin mengetahui tentang suatu hal. Saya juga lebih suka memperdalam satu ilmu secara spesifik ketimbang mengetahui banyak hal tapi hanya sedikit saja. Tentu jika saya ‘memiliki’ ilmu, tidak mungkin saya menyimpannya sendiri.

2) Bagi saya mengajar itu mudah. Tentu ini karena saya memiliki bekal ilmu tadi (dan pengalaman). Banyak guru baru yang mungkin baru terjun mengajar tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup karena bisa saja ilmu atau pengalamannya kurang. Pada awal saya mulai mengajar, saya pun kurang dalam hal pengalaman. Tapi seiring dengan waktu, mengajar menjadi lebih mudah.

3) Saya adalah tipe orang yang lebih suka bekerja secara dinamis. Maksudnya, saya tidak bisa bekerja selama, misal, 8 jam sehari di depan komputer saja tanpa adanya interaksi dengan orang lain. Mengajar memungkinkan saya untuk bertemu orang yang berbeda, dan situasi dalam kelas pun dijamin tidak akan sama di tiap pertemuannya.

4) Mengajar memungkinkan saya untuk berbagi. Untuk urusan ilmu, saya bukan tipe orang yang pelit (untuk apa juga ya? Hehe…). Saya suka membagikan hal-hal yang saya ketahui kepada orang lain yang memerlukannya. Ini juga yang sedikit banyak melatarbelakangi saya untuk membuat akun @EnglishTips4U di Twitter.

5) Dengan mengajar saya bisa banyak belajar dari orang lain. Tentang pengalaman, pekerjaan, dan terutama sekali kehidupan mereka. Saya suka sekali mendengarkan cerita orang lain, terutama dari yang berlatar belakang berbeda dengan saya. Mengenal murid-murid saya berarti mengenal individu-individu baru beserta keunikan mereka masing-masing.

6) Mengajar membuat saya selalu berpikir positif. Saya yakin menjadi guru adalah salah satu profesi di dunia yang membutuhkan banyak kesabaran, pikiran positif, dan semangat. Dengan mengajar saya jadi tidak mudah curiga atau menghakimi orang lain. Kenapa? Karena saya butuh murid-murid saya untuk berpikir positif kalau mereka bisa mencapai apa yang mereka inginkan. Jika saya tidak bisa demikian, bagaimana saya bisa mengajak mereka untuk begitu?

7) Mengajar itu menstimulasi ide-ide kreatif. Seperti yang sudah saya tulis, saya bukan penggemar metode mengajar yang kuno dan monoton. Saya suka membuat sendiri cara dan kegiatan belajar mengajar yang menurut saya fun dan disukai murid-murid. Mungkin caranya tidak biasa, tapi tujuannya sama. Kreativitas dan improvisasi yang membuat seorang guru survive selama pelajaran.

8 ) Satu hal yang tak kalah pentingnya yang membuat saya enjoy mengajar adalah pola pikir bahwa menjadi guru tidak harus di sekolah (atau menjadi PNS). Mengajar privat, di lembaga kursus, atau tempat-tempat lainnya tidak akan mengurangi hikmah dan makna kita sebagai seorang guru.

9) Last but not least, mengajar bisa membawa saya ke dunia yang sama sekali baru. Ketika saya mengajar, saya tidak pernah menganggap kegiatan ini sebagai pekerjaan (aneh ya?). Saya selalu menganggap mengajar is a fun thing to doYou can even sometimes put your best mask and be that perfect teacher you want to be. Adakah di antara pembaca yang juga guru merasakan hal yang sama?

Well, mungkin tidak semua guru menikmati profesinya dengan alasan yang sama dengan saya. Bagaimana dengan Anda?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s