Kamus dan pentingnya belajar mandiri

I often say to my students: “I am not a 70 kg walking dictionary. Go get yourself a dictionary! Download one on your cellphone!” – @me_nulis, seorang guru sebuah SMA di Surabaya

Belakangan ini ada satu hal lucu yang cukup menggelitik benak saya. Sewaktu saya SMA, teman-teman sekolah menyadari saya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang “agak sedikit” lebih dibanding anak-anak di sekeliling saya. Pada saat itu, melihat kenyataan ini banyak dari mereka memanfaatkan saya sebagai “kamus berjalan”. Tentu Anda tahu kan apa yang dimaksud dengan “kamus berjalan”? Tidak lain tidak bukan adalah seseorang (yang mungkin teman Anda sendiri) yang memiliki vocabulary (perbendaharaan) yang lebih baik dari Anda, yang maka dari itu bisa Anda tanya-tanya kapan saja di mana saja (selagi Anda bisa menghubunginya). Dulu saya menikmati saja dijadikan “kamus berjalan” karena perasaan bangga, tapi sekarang? Sebagai seorang guru bahasa Inggris full time, hal terakhir yang saya inginkan dari orang lain adalah bertanya tentang arti suatu kata. Saya selalu berusaha menghindarinya. Apakah saya sombong?

Bisakah Anda bayangkan jika saya secara terbuka mengumumkan bahwa Anda bisa bertanya tentang arti kata kapan saja di mana saja Anda mau? Mungkin saya akan melayani beribu pertanyaan tiap harinya (well, mungkin angka tadi agak sedikit berlebihan). Bagaimana nasib kamus, thesaurus, Google, dan internet pada umumnya? Belakangan ini saya mendapat pertanyaan tentang arti kata bukan dari murid-murid saya saja, tapi juga dari orang-orang yang kebetulan mengetahui saya adalah seorang guru bahasa Inggris. Kebanyakan via SMS, BBM, bahkan telepon. Beberapa di antara pertanyaan mereka adalah kata-kata yang “sederhana” yang dapat dengan mudah ditemukan di dalam kamus. Beberapa kali saya mencoba menyarankan untuk mencarinya di kamus terlebih dahulu, namun sepertinya mereka tidak paham pesan yang ingin saya sampaikan: saya memilih memberikan mereka kail terlebih dahulu, bukan ikannya.

Kenapa banyak dari kita memilih “kamus berjalan” daripada kamus aslinya? Karena kita ingin segala sesuatu yang praktis, mudah, instan. Sayangnya hingga saat ini saya belum menemukan kamus yang dapat diajak “bicara” di mana kita bisa menanyakan arti sebuah kata hanya dengan mengatakannya (seperti halnya atasan tempat saya dulu bekerja yang biasanya meneriakkan pertanyaannya pada saya dari ruangannya di sebelah meja, “Retno, arti kata ini apa ya?!”). Bisa jadi sebuah robot pemandu bahasa Inggris atau English assistant akan diciptakan beberapa tahun dari sekarang, tapi untuk saat ini kemandirian kita dalam mengoptimalkan fungsi kamus, teknologi, dan internet yang akan menolong kita di saat kita “kepepet”, tidak ada “kamus berjalan” atau seorang pun yang bisa dimintai tolong. Topik kamus dan kemandirian ini yang juga menjadi bahasan di akun Twitter @ActiveEnglish_ yang saya administrasi kemarin.

Saya tidak terlalu setuju dikatakan “guru idealis” karena panggilan itu saya anggap kuno. Idealis atau tidak, a teacher must do what she/ he must do. Susah membayangkan guru yang seperti apa itu? Saya juga pecinta popular culture dan seorang Gleek (pecinta serial Glee). Guru yang menjalankan tugas sebagaimana dia seharusnya bisa dilihat dari guru-guru karakter protagonis dalam Glee, seperti William “Will” Schuester dan Emma Pillsbury. Entah darimana datangnya, mereka selalu terdorong untuk menjadi “the good educator” dengan memberi contoh yang baik dan mendukung murid-murid mereka dalam melakukan hal-hal baik. Dalam hal ini, jika saya terus-menerus memberikan jawaban dari apa yang mereka tanyakan, mereka akan terus bergantung pada saya dan bukan ini tujuan dari pembelajaran dan pendidikan. Pendidikan harusnya mengajarkan seseorang menjadi mandiri, walaupun ada proses pembimbingan terlebih dahulu.

Sangat disayangkan ketika saya bekerja di sebuah lembaga kursus bahasa Inggris beberapa tahun lalu, banyak anak-anak muda (baca: ABG) tidak mengenal dan tidak mengetahui cara menggunakan kamus (dalam bentuk buku). Murid-murid saya yang lebih tua, dengan modus operandi yang agak sedikit berbeda (namun secara umum perilaku yang sama), sedikit banyak juga menganggap tidak penting bagi mereka untuk memiliki kamus. Sekali lagi saya tekankan, ini adalah cara belajar yang tidak benar, dan saya tidak merekomendasikan Anda untuk melakukannya. Jika memang Anda “malas” membawa kamus dalam bentuk buku ke sana ke mari karena ukuran dan beratnya, masih banyak sumber lain yang tidak kalah bagusnya, seperti kamus elektronik, aplikasi kamus di smartphone dan laptop, Google, dan kamus online. Untuk tips menggunakan kamus bahasa Inggris, bisa Anda baca di halaman ini: Tips menggunakan kamus bahasa Inggris.

Biasanya ketika saya mengajar, hal pertama yang saya rekomendasikan pada murid saya di pertemuan pertama adalah membeli kamus dalam bentuk buku, jika mereka mampu. Kebanyakan dari mereka adalah pengguna smartphone. Jadi kalaupun mereka “tidak mampu” membeli kamus, saya langsung sarankan untuk mengunduh aplikasi kamus bahasa Inggris di smartphone mereka. Karena tentu saya tidak akan ada di samping mereka untuk mereka tanya-tanya sepanjang hari kan? Dalam membiasakan diri menggunakan kamus, saya tidak membedakan umur. Murid saya yang termuda yang sudah menggunakan kamus adalah kelas 4 SD. Jika menurut Anda kamus “biasa” terlalu “berat” untuk anak-anak, saya rekomendasikan (jika Anda kebetulan adalah orangtua) untuk menyediakan (beli atau pinjam) kamus untuk anak-anak yang bergambar. Sudah ada banyak kamus semacam ini di pasaran dan toko buku. Seharusnya tidak terlalu sulit untuk dicari.

Kunci sukses adalah semua hal yang berkebalikan dengan “malas” dan “kemalasan”. Jika hingga saat ini Anda masih sepenuhnya memanfaatkan “kamus berjalan” alih-alih kamus asli, berarti Anda masih membiarkan kemalasan menguasai Anda. Artinya? Anda masih jauh dari kesuksesan menguasai bahasa Inggris. Ini beberapa tahapan yang bisa Anda lakukan ketika terjebak dalam kata sulit dalam bahasa Inggris. Pertama, carilah di kamus yang Anda punya. Ke dua, jika tidak menemukannya di kamus, carilah di Google. Jika penjelasan di Google dalam bahasa Inggris juga, terjemahkanlah dengan Google Terjemahan. Masih stuck? Coba cari sinonim katanya di Thesaurus.com. Penjelasan masih dalam bahasa Inggris? Ulangi tahap ke dua. Masih tidak ada penjelasan? Mungkin itu slang. Jika demikian carilah artinya di Urban Dictionary. Pilih arti dengan vote paling banyak. “Banyak jalan menuju Roma.” Jika sudah benar-benar mentok, barulah tanyakan pada ahlinya.

Percayalah, proses pencarian arti dengan keringat dan darah sendiri itu “worth it“. At the end of the day, Anda pasti akan merasa puas dengan diri Anda sendiri. Pengetahuan Anda meningkat, dan alih-alih menjadi murid, seiring dengan waktu Anda bisa menjadi guru bagi orang lain, karena sekarang Anda tahu dari mana para guru mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang biasanya sering ditanyakan ke mereka. Intinya adalah berusaha mencari tahu (memancing) dulu sebelum benar-benar mendapatkan jawabannya (ikannya). Kebiasaan mencari atau meneliti (research) ini pun bisa diterapkan di bidang lain, bukan hanya pada saat Anda melatih vocabulary saja. Tak kalah penting, di mana pun Anda berada, praktek ini bisa dilakukan berulang-ulang. Jadi Anda tidak perlu melulu bergantung pada “kamus berjalan” kan? Sudah siap jadi pembelajar mandiri? Ayo dimulai dari sekarang!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s