Mengapa grammar itu menyebalkan?

Ketika saya mengajar, saya kerap mendapatkan respon yang berbeda dari tiap siswa jika berhubungan dengan grammar. Ada yang suka, ada yang tidak suka, ada yang suka karena terbiasa dengan kegiatan akademik (belajar) dan penasaran, dan ada yang suka karena merasa perlu, walaupun masih merasa grammar itu merepotkan. Tapi kebanyakan memang menyimpulkan satu hal yang serupa: grammar itu menyebalkan dan merepotkan… walaupun perlu.

Kebanyakan kelas yang saya ajar adalah kelas untuk orang dewasa, di mana rata-rata belajar bahasa Inggris untuk membantu karir atau pekerjaan mereka, sementara yang lainnya untuk meneruskan kuliah. Masalah yang paling utama yang sering saya hadapi adalah bagaimana kebanyakan dari siswa-siswa ini selama bertahun-tahun menggunakan pola kalimat atau grammar yang tidak tepat, atau bahkan cara penulisan atau pengejaan kata yang salah.

Berikut beberapa contoh kesalahan gramatikal yang paling sering saya temui:

“I am work at…”

“Where do you from?” | “I am come from…”

“You can to come with me…”

“Please advice.”

“We are very interesting to your profile.”

Apakah benar grammar itu menyebalkan?

Para siswa juga sering berbagi tentang pengalaman mereka belajar bahasa Inggris sewaktu sekolah, tidak jarang dengan tujuan ingin menjustifikasi keberadaannya di kelas saya. Bagi guru bahasa Inggris lain mungkin cerita ini terdengar begitu klasik, tapi inilah yang sering saya temui. Pengalaman belajar bahasa Inggris mereka di sekolah tidaklah manis. Guru yang tidak menyenangkan biasanya jadi alasan utama, selain cara mengajar yang juga kurang menyenangkan.

Jika para orang dewasa ini harus kembali menjadi anak-anak sekarang dan sekolah di tempat yang tepat, bisa jadi mereka punya kemampuan bahasa Inggris yang berbeda. Biasanya anak-anak yang disekolahkan di sekolah swasta memiliki kemampuan bahasa Inggris yang rata-rata tinggi. Hal ini dapat dimaklumi dengan melihat kenyataan bagaimana bahasa Inggris digunakan dan diajarkan di sana. Rata-rata dengan cara yang tidak konvensional, dengan cara yang menyenangkan.

Metode mengajar bahasa Inggris dengan permainan, alat bantu, lembar kerja, dan teknologi memang tidaklah baru. Hanya saja penggunaannya belum diterapkan secara merata di sekolah-sekolah di Indonesia (terutama sekolah negeri). Apalagi bayangkan jika kita kembali ke masa ketika siswa-siswa saya yang telah dewasa ini masih menempuh pendidikan dasar atau lanjutan? Pada masa saya saja metode ini masih jarang sekali digunakan.

Anak-anak yang walaupun masih kecil telah mahir berbahasa Inggris tidaklah belajar dengan cara menguasai grammar terlebih dahulu (saya akui saya juga baru mendalami grammar sejak kuliah). Jadi sangat disayangkan sekali jika kurikulum pendidikan bahasa Inggris untuk sekolah dasar terlalu menitikberatkan pada grammar dan tenses karena saya pikir metode ini tidak akan efektif. Sama halnya ketika saya melulu harus mengoreksi kesalahan gramatikal yang siswa saya buat.

Yang perlu mula-mula dikuasai adalah bagaimana seseorang yang belajar bahasa Inggris dapat mengenali pola kalimat yang benar. Bagaimana caranya? Cukup sederhana. Kembali lah lagi ke masa-masa awal Anda belajar bahasa Indonesia. Pasti dengan sering mendengar, membaca, lalu belajar berbicara dan menulis bukan? Banyak mendengar dan membaca bahasa Inggris yang benar (dari penutur asli adalah yang terbaik) adalah langkah pertama yang tepat.

Daripada menghafalkan kata per kata tiap harinya, banyak-banyaklah mendengarkan dan membaca frasa dan kalimat. Hal ini memudahkan kita untuk melihat penggunaan kata-kata baru dalam konteks. Banyak hal yang tidak dapat dipelajari di grammar seperti idiomphrasal verbcollocation, dan compound bisa kita pelajari dengan banyak-banyak memperhatikan “bongkahan-bongkahan” (chunks) frasa atau kalimat tadi. Contoh sederhana, “interested” selalu diikuti dengan “in”, bukan “to” (lihat contoh di atas).

Metode pengajaran yang menitikberatkan pada interaksi antara siswa dan penutur asli, kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dengan permainan, penggunaan alat bantu dan teknologi, serta memberi ruang yang banyak untuk kesalahan, ditambah bagaimana metode ini diterapkan bertahun-tahun kepada orang yang sama terbukti lebih efektif menghasilkan pengguna bahasa Inggris yang percaya diri dan dengan mudah menguasai bahasa Inggris hanya dengan mengenali pola kalimat yang benar.

Jika sekarang Anda baru mulai mempelajari atau sedang memperdalam kemampuan bahasa Inggris Anda, jangan minder atau putus asa. Anda bisa menerapkan semua metode menyenangkan tadi di rumah. Berteman dengan teman dari mancanegara, dengarkan musik kesukaan, baca artikel yang sesuai dengan minat Anda, unduh dan gunakan aplikasi belajar yang Anda suka, jelajahi internet. Tapi tentu saja, Anda harus juga meluangkan waktu, tenaga, serta dana untuk mewujudkannya.

Tulisan ini saya ambil dari tulisan saya di Kompasiana: Mengapa Grammar Itu Menyebalkan?.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s