@EnglishTips4U: who we are

@EnglishTips4U’s logo

Tahu @EnglishTips4U? Atau jangan-jangan sudah follow aka sudah jadi fella? Atau sering mampir ke website EnglishTips4U.com? Sebagai yang memulai @EnglishTips4U, di tulisan ini saya ingin berbagi cerita tentang apa itu @EnglishTips4U, bagaimana kami memulai, dan apa saja yang sudah kami lakukan selama ini. Sebagai pembuka, ada baiknya kamu membaca tulisan saya sebelumnya tentang @EnglishTips4U: @EnglishTips4U: the project.

Di tulisan itu (tertanggal 15 September 2011 – 8 bulan setelah ia dimulai pada Januari 2011), follower Twitter kami baru mencapai 5.000 lebih, dengan jumlah admin aktif 3 orang (saya, Patty, dan Chatrine – Chatrine saat ini sudah tidak aktif). Sampai tulisan ini dibuat, jumlah follower kami 49,121, dengan jumlah admin aktif 8 orang (7 orang admin harian dan 1 supporting admin). Dan seperti yang saya tulis, sudah tahu dong ya asal mula @EnglishTips4U? 😉

Menurut Cambridge Dictionaries Online (kamus online favorit!), definisi portal adalah:

“a page on the internet that allows people to get useful information, such as news and weather, and to find other websites”

Ketika akhirnya menggunakan tagline “Twitter-based English learning portal”, saya berpikir waktu itu koleksi materi kami di website sudah cukup banyak (ketika itu masih menggunakan Posterous), traffic ke website pun lumayan, dan rata-rata pengunjung datang untuk mencari dan membaca materi bahasa Inggris. Tiap hari admin yang bertugas pun secara rutin memberi tautan website dan tiap ada postingan baru selalu muncul di timeline Twitter dan Facebook (walaupun halaman Facebook tergolong baru).

Kenapa “Twitter-based”? Karena semua materi berawal dari Twitter, baru dipindahkan ke website. Dari awal sudah seperti itu alurnya. Sejak website pertama kami di WordPress dengan nama yang sama sekali berbeda: Rumah Belajar Bali, Posterous, sampai EnglishTips4U.com. Keuntungan menggunakan sistem ini, orang akan tetap bisa mengikuti pelajaran di Twitter dengan menyenangkan, tapi masih bisa membaca di website kalau kelewatan.

Sering ada mention yang masuk, “Adminnya siapa sih?” Well, lebih lengkapnya bisa dibaca di sini ya: About us. Yang jelas saya sendiri berasal dan tinggal di Denpasar, Bali. Admin ke dua yang bergabung, Firdaus, di Malang, lalu Patty di Jakarta, Chatrine di Semarang (namun sekarang sudah hijrah ke Denpasar), Ika di Jakarta, Vitri di Denpasar (yang tidak sengaja saya ‘temukan’ di sini), dan tiga yang terakhir: Iis, Wai, Febby, semua di Jakarta.

Bagaimana kami bekerja? Dulu ketika semua admin masih menggunakan BlackBerry, sehari-hari kami berkomunikasi melalui BBM. Sekarang kami pindah ke WhatsApp (ya, ya… You certainly know why… 😛). Tiap hari sesi di’admini’ oleh admin yang berbeda. Admin bebas memilih topik asalkan belum pernah dibahas sebelumnya dan tiap hari menggunakan tagar yang diselang-seling (tidak boleh sama). Di bawah ini daftar tagar yang kami punya:

Sudah pernah mengikuti semua tagar? Yang mana favoritmu? Beberapa tagar populer antara lain #USSlang, #UKSlang, #AUSSlang (semua yang slang sepertinya populer ya?), #IOTW, #EngTalk, #FixIt, #EngQuiz, dan #EngGame. Sementara yang sudah jarang sekali digunakan: #EngSurvey dan #folktale. Selain fasih dengan penggunaan tagar, para admin tentu harus memiliki English proficiency yang baik dan kecintaan yang tinggi akan belajar bahasa Inggris (cieh…).

Sekarang setelah kami berdelapan, kami merasa para admin lebih seperti sebuah online community ketimbang kumpulan admin. Community kecil dengan format lebih besar terdiri dari semua para fellas (mungkin juga kamu yang membaca ini!). FYI, panggilan ‘fella’ (dengan bentuk jamak ‘fellas’) sendiri pertama kali diusulkan oleh Chatrine. Belum tahu apa arti fella? Coba dilirik dulu penjelasannya di Oxford Dictionaries Online: fella.

Well… Sepertinya sekian dulu ceritanya… Supaya lebih enak dilihat, mari saya sajikan timeline @EnglishTips4U (yang sesungguhnya) yang sudah ingin saya buat dari beberapa waktu yang lalu. Dari saat kami ‘lahir’ sampai sekarang. Check it out! And don’t forget to leave comments on what you think about us. Suggestions and inputs are highly appreciated. 🙂

@EnglishTips4U’s Timeline

  • 31 December 2010: blog post pertama lahir… Dengan bahasan yang cukup membahana: ‘gold digger’ and ‘bitch’ (what was I thinking?!).
  • 2 Januari 2011: @EnglishTips4U lahir. Twit pertama muncul… (tapi saya sendiri sudah lupa apa twit pertama kami… Well…)
  • 30 Januari 2011: Firdaus, admin ke dua, bergabung dengan kultwit tentang ‘phrase’.
  • 18 Juni 2011: blog post pertama di Posterous. Kita pindah ke rumah ke duaaa…
  • Agustus 2011: Patty dan Chatrine bergabung…
  • September 2011: Ika bergabung…
  • 26 November 2011: Saya mewakili @EnglishTips4U menjadi fasilitator di ‘@EnglishTips4U, Learn English the Social Media Way‘ Workshop di ajang Bali Creative Festival.
  • Maret 2012: Vitri bergabung…
  • May 2012: Neno, atas nama @EnglishTips4U, menyumbang dua artikel di majalah ‘Essay’ terbitan English Students’ Association (ESA) Universitas Udayana, Bali. Masing-masing tulisannya berjudul Commonly Used English Idioms dan Etymology and the History of English Words.
  • Juni 2012: Iis dan Wai bergabung… (keduanya berhasil ‘lolos’ dari seleksi #AdminHunt – ajang pencarian admin yang waktu itu kami adakan).
  • Juni 2012: dalam rangka ‘mencari’ logo baru, kami mengadakan #LogoCompetition (yang logonya masih dipakai sampai sekarang, didisain oleh Fatima. Profil Fatima bisa dibaca di laman About us ya…). Pengumuman pemenang diumumkan awal Juli 2012.
  • Juli 2012: Febby bergabung… Febby juga kami ‘temukan’ via #AdminHunt.
  • 23 Juli 2012e-learningenglish.net, website belajar bahasa Inggris online yang dikelola native English speakers yang juga ESL instructors yang berdomisili di Korea, memasukkan @EnglishTips4U di urutan ke-3 dalam daftar ‘Suggested Sites for ESL Learners‘.
  • 22 Oktober 2012: Vitri, salah satu admin kami, menjadi pembicara di ‘Having Fun with English‘ Seminar yang diselenggarakan oleh President University, Jababeka.
  • 31 Oktober 2012: Learn English Online, sebuah blog yang menyediakan berbagai tautan dan materi bahasa Inggris, menempatkan @EnglishTips4U di nomor 2 ‘Top Twitter Accounts to Follow to Help You Learn English‘.
  • Januari 2013: dalam rangka merayakan hari ulang tahun yang ke-2 (setelah sekarang panel of admins jadi lebih rameee…), kami mengadakan #PhotoContest dengan jumlah total peserta 45 orang dan 146 foto! Info acara bisa dilihat di #PhotoContest dan daftar pemenangnya di #PhotoContest Winners.
  • 7 Februari 2013i-studentglobal.com, portal yang didedikasikan untuk mahasiswa internasional yang berbasis di UK, memasukkan @EnglishTips4U di urutan ke-2 ‘5 Twitter accounts to help you learn English‘. The remarka brilliant free English learning portal.
  • 1 April 2013: Ruth Theodora, mahasiswi Teknik Informatika Universitas Gunadarma, dan timnya berhasil membuat aplikasi Android sederhana yang menggunakan materi bahasa Inggris dari website @EnglishTips4U sebagai tugas kuliah dan dilombakan di universitasnya.
  • 10 April 2013Joan Winona, mahasiswi Ilmu Komunikasi UI, membuat laman @EnglishTips4U di Wikipedia Indonesia sebagai tugas kuliahnya. Laman itu bisa diakses di English Tips For You (update: karena beberapa alasan, laman ini dihapus oleh salah satu admin Wikipedia Indonesia dan saat ini tidak tersedia).
  • 11 April 2013: Firdaus muncul di Radio Kencana, Malang, sebagai bintang tamu, ngobrol tentang @EnglishTips4U dan bahasa Inggris.
  • April 2013 – …it’s a tough work but we are trying to finish a book! Kapan terbitnya? Surprise, surprise… Tunggu saja tanggal mainnya ya! 😉
  • May – June 2013: di ajang kompetisi Top 100 Language Lovers 2013 yang diselenggarakan oleh sebuah portal bahasa di Jerman, @EnglishTips4U dinominasikan di 2 kategori: Top 100 Language Twitter Accounts 2013 dan Top 100 Language Professional Blogs 2013.
  • 12 June 2013: hasil kompetisi Top 100 Language Lovers 2013 diumumkan. @EnglishTips4U mendapat peringkat 9 The Best Language Twitter Account 2013 dan Top 100 Language Professional Blogs 2013, sementara secara umum berada di urutan ke 12 Top 100 Language Lovers 2013. Terima kasih untuk semua yang sudah memilih!
Advertisements

Mengapa mengajar itu menyenangkan

I love teaching!! (Neno, October 2012)

Seumur hidup, saya tidak pernah punya aspirasi menjadi guru. Sewaktu saya kecil (dan mungkin sepanjang waktu saya dibesarkan hingga sebelum kuliah), menurut saya, kata ‘guru’ selalu identik dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan guru sekolah yang sering saya temui waktu itu. Saya memang termasuk jenis orang yang unggul secara akademis, tapi saya tidak pernah bisa ‘bersahabat baik’ dengan institusi yang namanya sekolah. Saya menganggap sekolah itu membosankan, penuh dengan kegiatan belajar mengajar yang itu-itu saja. Well, mungkin itu yang akhirnya membuat saya ‘terdampar’ di tempat saya sekarang, penyedia pelatihan dan bimbingan bahasa Inggris yang saya kelola sendiri. 

Sewaktu kuliah saya beraspirasi menjadi jurnalis. Salah satu profesi yang waktu itu saya anggap heroik. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), saya mengikuti kegiatan ekstrakulikuler jurnalistik, hingga kuliah. Sekarang, setelah berpikir ulang, saya menyadari ternyata ada satu kualitas yang harusnya ada dalam diri seorang jurnalis (menurut saya lo ya, this is my personal opinion) yang tidak saya miliki: saya tidak bisa hidup dengan intrik dan pola pikir yang terlalu ‘berat’, yang menurut saya adalah makanan sehari-hari seorang jurnalis. Maka ketika saya pertama kali mengajar, saya merasa, “Wah, tak disangka pekerjaan ini asyik ya.” Saya bisa melakukan hal-hal yang saya sukai (saya suka sekali belajar), berbagi ilmu (yang juga saya suka) kepada orang yang membutuhkan.

Dengan pengalaman empat tahun mengajar (saya tahu ini belum seberapa jika dibandingkan dengan guru-guru senior lainnya), inilah beberapa alasan mengapa saya suka sekali mengajar dan akan terus melanjutkan profesi ini.

1) Mengajar itu wajib untuk orang yang suka belajar. Saya suka sekali belajar dan menemukan pengetahuan baru. Saya juga tidak mudah puas dengan apa yang saya tahu atau ketika saya ingin mengetahui tentang suatu hal. Saya juga lebih suka memperdalam satu ilmu secara spesifik ketimbang mengetahui banyak hal tapi hanya sedikit saja. Tentu jika saya ‘memiliki’ ilmu, tidak mungkin saya menyimpannya sendiri.

2) Bagi saya mengajar itu mudah. Tentu ini karena saya memiliki bekal ilmu tadi (dan pengalaman). Banyak guru baru yang mungkin baru terjun mengajar tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup karena bisa saja ilmu atau pengalamannya kurang. Pada awal saya mulai mengajar, saya pun kurang dalam hal pengalaman. Tapi seiring dengan waktu, mengajar menjadi lebih mudah.

3) Saya adalah tipe orang yang lebih suka bekerja secara dinamis. Maksudnya, saya tidak bisa bekerja selama, misal, 8 jam sehari di depan komputer saja tanpa adanya interaksi dengan orang lain. Mengajar memungkinkan saya untuk bertemu orang yang berbeda, dan situasi dalam kelas pun dijamin tidak akan sama di tiap pertemuannya.

4) Mengajar memungkinkan saya untuk berbagi. Untuk urusan ilmu, saya bukan tipe orang yang pelit (untuk apa juga ya? Hehe…). Saya suka membagikan hal-hal yang saya ketahui kepada orang lain yang memerlukannya. Ini juga yang sedikit banyak melatarbelakangi saya untuk membuat akun @EnglishTips4U di Twitter.

5) Dengan mengajar saya bisa banyak belajar dari orang lain. Tentang pengalaman, pekerjaan, dan terutama sekali kehidupan mereka. Saya suka sekali mendengarkan cerita orang lain, terutama dari yang berlatar belakang berbeda dengan saya. Mengenal murid-murid saya berarti mengenal individu-individu baru beserta keunikan mereka masing-masing.

6) Mengajar membuat saya selalu berpikir positif. Saya yakin menjadi guru adalah salah satu profesi di dunia yang membutuhkan banyak kesabaran, pikiran positif, dan semangat. Dengan mengajar saya jadi tidak mudah curiga atau menghakimi orang lain. Kenapa? Karena saya butuh murid-murid saya untuk berpikir positif kalau mereka bisa mencapai apa yang mereka inginkan. Jika saya tidak bisa demikian, bagaimana saya bisa mengajak mereka untuk begitu?

7) Mengajar itu menstimulasi ide-ide kreatif. Seperti yang sudah saya tulis, saya bukan penggemar metode mengajar yang kuno dan monoton. Saya suka membuat sendiri cara dan kegiatan belajar mengajar yang menurut saya fun dan disukai murid-murid. Mungkin caranya tidak biasa, tapi tujuannya sama. Kreativitas dan improvisasi yang membuat seorang guru survive selama pelajaran.

8 ) Satu hal yang tak kalah pentingnya yang membuat saya enjoy mengajar adalah pola pikir bahwa menjadi guru tidak harus di sekolah (atau menjadi PNS). Mengajar privat, di lembaga kursus, atau tempat-tempat lainnya tidak akan mengurangi hikmah dan makna kita sebagai seorang guru.

9) Last but not least, mengajar bisa membawa saya ke dunia yang sama sekali baru. Ketika saya mengajar, saya tidak pernah menganggap kegiatan ini sebagai pekerjaan (aneh ya?). Saya selalu menganggap mengajar is a fun thing to doYou can even sometimes put your best mask and be that perfect teacher you want to be. Adakah di antara pembaca yang juga guru merasakan hal yang sama?

Well, mungkin tidak semua guru menikmati profesinya dengan alasan yang sama dengan saya. Bagaimana dengan Anda?